Review Samsung Galaxy S26 Ultra

 


 Samsung Galaxy S26 Ultra hadir sebagai penerus langsung S25 Ultra dengan pendekatan “aman tapi tetap relevan”. Dirilis global pada Februari 2026 dan tersedia di Indonesia mulai Maret 2026, ponsel ini membawa beberapa peningkatan signifikan di bagian layar (Privacy Display), pengisian daya, aperture kamera, dan chipset terbaru, sambil mempertahankan formula yang sudah terbukti. Harga resmi di Indonesia mulai dari Rp24.499.000 (12 GB/256 GB), Rp27.499.000 (12 GB/512 GB), hingga Rp31.999.000 (16 GB/1 TB). Apakah ia masih layak disebut sebagai salah satu Android terbaik 2026? Mari kita bedah secara detail dan objektif.



1. Desain dan Kualitas Bangunan (Build Quality)

Galaxy S26 Ultra mempertahankan DNA desain Ultra yang familiar namun sedikit lebih ramping dan ringan dibanding pendahulunya. Dimensi tepatnya 163,6 × 78,1 × 7,9 mm dengan berat 214 gram. Angka ini menjadikannya lebih tipis dan sedikit lebih ringan daripada S25 Ultra, sehingga terasa lebih nyaman di tangan meski ukurannya tetap besar.

Material yang digunakan premium: bagian depan dilindungi Corning Gorilla Armor 2 (dengan lapisan anti-reflektif DX), belakang Gorilla Glass Victus 2, dan frame aluminium Armor 2. Kesan genggaman solid, tidak terasa murahan sama sekali. Sudut-sudutnya sedikit lebih membulat dibanding generasi sebelumnya, sehingga tidak terlalu “kotak” dan mengurangi rasa pegal saat digenggam lama. Kamera module belakang masih menonjol, tapi transisi ke bodi cukup mulus.

Kenyamanan genggaman termasuk baik untuk ukuran phablet. Berat 214 gram masih terasa seimbang berkat distribusi massa yang bagus. Bagi pengguna yang terbiasa dengan S23/S24/S25 Ultra, transisi terasa natural. Namun bagi yang datang dari ponsel lebih kecil, butuh sedikit penyesuaian, terutama saat digunakan satu tangan.

Layout tombol tetap klasik Samsung: tombol volume dan power di sisi kanan, posisi nyaman dijangkau jempol. Port USB-C di bagian bawah, slot SIM (mendukung dual nano-SIM atau eSIM) juga di sisi yang sama. Tidak ada tombol ekstra yang mengganggu. S Pen tetap tersimpan di dalam bodi bagian bawah, fitur unik yang masih menjadi daya tarik utama Ultra.

Sertifikasi IP68 tetap dipertahankan (tahan debu dan air hingga 1,5 meter selama 30 menit). Cukup untuk penggunaan sehari-hari seperti kehujanan atau jatuh ke wastafel, meski beberapa kompetitor kini menawarkan IP69. Secara keseluruhan, kualitas bangunan sangat baik dan terasa kokoh untuk flagship kelas premium.

2. Layar (Display)

Ini adalah salah satu poin terkuat S26 Ultra. Panel yang digunakan adalah 6,9 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X dengan resolusi 1440 × 3120 piksel (QHD+), kerapatan sekitar 500 ppi, dan rasio aspek 19,5:9. Refresh rate adaptif 1–120 Hz.

Kecerahan puncak mencapai 2.600 nits. Di bawah terik matahari, layar tetap sangat terbaca berkat kombinasi kecerahan tinggi dan lapisan anti-reflektif yang efektif. Warna akurat, kontras tinggi, dan sudut pandang lebar. Untuk konten HDR dan menonton video, pengalaman visualnya excellent.

Fitur baru yang paling menonjol adalah Privacy Display. Dengan satu tombol, layar dapat membatasi sudut pandang secara signifikan sehingga orang di samping atau di belakang sulit melihat konten. Fitur ini sangat berguna di transportasi umum, ruang kantor terbuka, atau situasi di mana privasi penting. Beberapa reviewer menyebutkan ada sedikit trade-off kenyamanan visual saat mode aktif, tapi secara keseluruhan penerimaannya sangat positif.

Scrolling, gaming, dan menonton video terasa sangat mulus berkat 120 Hz LTPO. Tidak ada keluhan berarti soal ghosting atau lag. Satu catatan kecil yang sering muncul di review: panel ini masih menggunakan PWM dengan frekuensi yang tidak terlalu tinggi, sehingga sebagian pengguna sensitif mata bisa merasakan ketidaknyamanan dalam penggunaan gelap lama. Secara keseluruhan, layar ini tetap termasuk yang terbaik di kelasnya.

3. Performa dan Dapur Pacu

Dapur pacu Galaxy S26 Ultra menggunakan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy (proses 3 nm) dengan konfigurasi octa-core (2× 4,74 GHz Oryon V3 Phoenix L + 6× 3,62 GHz Oryon V3 Phoenix M) dan GPU Adreno 840. Varian RAM 12 GB atau 16 GB (hanya pada model 1 TB), penyimpanan UFS 4.x hingga 1 TB (tanpa microSD).

Dalam penggunaan sehari-hari dan multitasking berat, performa terasa sangat lancar. Beralih antar aplikasi, membuka banyak tab browser, atau menjalankan aplikasi produktivitas hampir tidak terasa hambatan. Untuk tugas berat seperti editing video 4K/8K atau rendering ringan, chipset ini sangat mampu.

Di sisi gaming, S26 Ultra mampu menjaga FPS tinggi di game populer seperti Genshin Impact, Honor of Kings, atau Call of Duty Mobile pada pengaturan tinggi/ultra. Kontrol suhu relatif baik; ponsel memang terasa hangat setelah sesi panjang, tapi jarang mencapai titik throttling ekstrem yang mengganggu. Beberapa pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi termal dibanding generasi sebelumnya.

Benchmark (hasil rata-rata dari berbagai sumber):

- AnTuTu v11: sekitar 3,7–3,9 juta poin

- Geekbench 6: single-core sekitar 3.500–3.700, multi-core sekitar 10.900–11.400

Angka-angka ini menempatkannya di jajaran teratas Android 2026.

4. Kamera (Foto dan Video)

Sistem kamera belakang masih mengandalkan konfigurasi empat lensa yang familiar, dengan sedikit penyempurnaan aperture:

- 200 MP main (f/1.4, OIS, sensor 1/1.3")

- 50 MP ultrawide (f/1.9, 120°)

- 10 MP telephoto 3× (f/2.4, OIS)

- 50 MP periscope telephoto 5× (f/2.9, OIS)

Peningkatan aperture pada main (dari f/1.7 ke f/1.4) dan 5× (dari f/3.4 ke f/2.9) memberikan peningkatan nyata di kondisi low-light. Foto siang hari tetap excellent: detail tajam, dinamika rentang bagus, warna yang natural dengan sedikit kecenderungan Samsung (sedikit lebih vivid). Zoom 3× dan 5× optical sangat usable, sementara Space Zoom hingga 100× masih lebih cocok untuk keperluan “coba-coba” daripada profesional.

Malam hari menunjukkan peningkatan berkat aperture lebih lebar dan pemrosesan AI yang lebih baik. Noise terkontrol cukup baik, meski kompetitor tertentu dengan sensor lebih besar masih sedikit unggul di ekstrem low-light.

Kamera depan 12 MP f/2.2 menghasilkan selfie yang bagus untuk video call dan media sosial. Fitur beauty tetap ada dan bisa dinonaktifkan. Hasilnya natural jika disetel dengan tepat.

Perekaman video mendukung hingga 8K@30 fps dan 4K@120 fps. Stabilisasi OIS + EIS + Super Steady sangat andal, hampir seperti menggunakan gimbal ringan. Kualitas audio mikrofon juga baik. Bagi content creator, S26 Ultra tetap menjadi pilihan solid, meski bukan yang paling revolusioner di 2026.

5. Baterai dan Pengisian Daya

Kapasitas baterai tetap 5.000 mAh. Dalam penggunaan nyata campuran (sosial media, browsing, YouTube, kamera, sedikit gaming), Screen-on-Time biasanya berada di kisaran 7–9 jam, dengan daya tahan total 1,5–2 hari tergantung intensitas. Beberapa pengujian laboratorium menunjukkan peningkatan efisiensi dibanding S25 Ultra berkat chipset dan optimasi software.

Pengisian daya menjadi salah satu peningkatan penting: dukungan 60W wired (klaim 75% dalam 30 menit dengan adaptor yang sesuai), 25W wireless (Qi2.2), dan reverse wireless 4,5W. Adaptor tidak selalu disertakan di kotak (tergantung wilayah), jadi pastikan memiliki charger compatible. Kecepatan 60W sudah jauh lebih baik daripada generasi sebelumnya, meski masih kalah dari beberapa kompetitor China yang menawarkan 80–100W+.

6. Perangkat Lunak dan Fitur Tambahan

S26 Ultra keluar dengan Android 16 berbasis One UI 8.5. Antarmuka tetap kaya fitur, mulus, dan dilengkapi Galaxy AI yang semakin matang (termasuk integrasi Gemini, Bixby yang diperbarui, dan opsi pemrosesan AI lokal untuk privasi). Dukungan update resmi hingga 7 tahun major OS + security patch menjadikan salah satu ponsel dengan dukungan terpanjang di pasar.

Konektivitas lengkap: 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, UWB. Tidak ada headphone jack, seperti yang sudah diharapkan.

Sistem keamanan mengandalkan sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar (cepat dan akurat bahkan dengan tangan sedikit basah) serta face unlock. Speaker stereo terdengar lebih baik dari generasi sebelumnya, dengan kejernihan dan volume yang memadai untuk menonton video atau panggilan.

Fitur ekstra seperti Samsung DeX, S Pen (dengan latency rendah), dan berbagai AI tools (Circle to Search, Live Translate, generative edit, dll.) menambah nilai praktis sehari-hari.

7. Kesimpulan, Kelebihan, Kekurangan, dan Harga

Kelebihan utama:

- Layar excellent dengan Privacy Display yang benar-benar berguna

- Performa kelas atas dan dukungan software panjang (7 tahun)

- Kamera serbaguna dengan peningkatan low-light yang terasa

- Pengisian daya lebih cepat (60W)

- Desain lebih tipis/ringan + S Pen

- Build quality premium dan IP68

Kekurangan yang terasa:

- Peningkatan kamera hardware relatif incremental

- Kapasitas baterai 5.000 mAh sudah tidak lagi leading (meski efisiensi bagus)

- Harga tetap sangat tinggi

- PWM frekuensi rendah bisa mengganggu sebagian pengguna

- Tidak ada lompatan desain yang dramatis

Dari sisi value for money, Galaxy S26 Ultra menawarkan paket lengkap yang sulit ditandingi di ekosistem Android: layar terbaik, S Pen, AI yang matang, performa tinggi, dan dukungan software panjang. Namun dengan harga mulai Rp24,5 juta, ia tidak lagi “murah” untuk spesifikasi yang ditawarkan. Kompetitor seperti beberapa flagship China atau bahkan iPhone 17 Pro Max bisa menjadi alternatif tergantung prioritas.

Rekomendasi target pengguna:

- Sangat cocok untuk content creator, fotografer/videografer mobile, profesional yang butuh produktivitas tinggi + S Pen + DeX, serta pengguna yang menghargai privasi layar dan dukungan software jangka panjang.

- Cocok juga untuk gamer dan power user yang ingin performa maksimal tanpa kompromi.

- Kurang ideal bagi pengguna kasual yang tidak memanfaatkan fitur Ultra secara penuh, atau mereka yang mengutamakan baterai berkapasitas ekstrem dan pengisian ultra-cepat.



Samsung Galaxy S26 Ultra bukanlah lompatan generasional yang membuat pemilik S25 Ultra langsung ingin upgrade. Namun ia adalah penyempurnaan yang matang dan sangat kompeten. Privacy Display, pengisian lebih cepat, aperture kamera yang lebih baik, serta chipset terbaru membuatnya tetap relevan sebagai salah satu Android flagship terbaik di 2026. Jika Anda mencari paket all-rounder premium dengan ekosistem Samsung yang lengkap dan dukungan jangka panjang, S26 Ultra masih sangat layak dipertimbangkan. Bagi yang sudah puas dengan generasi sebelumnya, menunggu S27 mungkin lebih bijak.

Komentar